Permesinan di kapal

Agar kapal dapat bergerak dan berlayar diperlukan tenaga penggerak . Berbagai bentuk tenaga penggerak kapal seperti dayung, layer, motor diesel, mesin uap bahkan tenaga nuklir di gunakan. Penggunaan motor diesel menempati urutan pertama untuk kapal komersial selanjutnya pemakaian mesin uap lebih diutamakan untuk kapal – kapal berukuran sangat besar seperti Super Tanker.
Pemakaian motor diesel lebih disenangi karena lebih praktis dalam pengopersiannya, persiapan untuk menghidupkan sebuah motor induk hanya diperlukan lebih kurang satu jam, sedangkan untuk mesin uap diperlkan waktu tidak kurang dari empat jam.
Sebuah kapal dengan tenaga penggerak motor diesel, biasanya mencantumkan KM (kapal motor), MS (motor ship), MV (motor Vessel) sebelum nama kapalnya, Sedangkan kapal dengan tenaga penggerak mesin uap mencantumkan KU (kapal uap), SS (steam ship) sebelum menunjukan nama kapal tersebut.
Untuk jenis mesin – mesi yang terdapat disebuah kapal dibagi atas 3 kelompok yai
tu :


Motor Induk / Main Engine.
Mesin yang berfungsi sebagai tenaga pengerak kapal, nantinya mesin ini bertugas untuk menggerakan propeller / baling – baling kapal yang selanjutnya mendorong air dan menggerakan kapal maju atau mundur.
Kapal denga satu propeller hanya mempunyai satu mesin induk sedangkan kapal yang mempunyai dua propeller atau twin screw digerakan oleh dua mesin induk.

Generator Set / Genset.
Atau nama lainnya Motor Diesel / Motor Bantu / generator adalah mesin yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga listrik. Ukuran motor Bantu lebih kecil dari motor induk. Dalam sebuah kapal terdapat lebih dari satu motor Bantu yang masing – masing berfungsi menggerakan generator. Generator akan menghasilkan listrik, nantinya digunakan untuk penerangan dan power supply bagi pesawat – pesawat Bantu lannya. Apabila kapal sandar didermaga maka motor diesel dapat juga digunakan untuk mengerakan mesin bagi Derek / alat bongkar muat.

Pesawat Bantu.
Adalah jenis mesin – mesin diatas kapal yang berfungsi sebagai sarana penunjang pokok dalam pengoperasian kapal. Secara standar / biasa untuk sebuah kapal akan ditemukan jenis – jenis pesawat Bantu yaitu :
Kompresor Udara / Air Compressor.
Fungsinya untuk menghidupkan motor diesel / mesin Bantu karena pada umumnya mesin tersebut hanya dapat dihidupkan dengan menggunakan tenaga / tekanan udara.
Pompa air pendingin / Cooling water pump
Terdapat 2 jenis yaitu, pompa air tawar pendingin (tertutup) adalah pompa yang mensirkulasikan air tawar pendingin dari motor ke cooler untuk selanjutnya kembali ke motor, sedangkan pompa air laut pendingin (terbuka) adalah pompa yang memasukan air laut ke dalam cooler yang selanjutnya mengalir kembali ke laut.
Pompa ballast / Ballast pump
Pompa air laut yang digunakan untuk memompa air laut ke dalam / ke laur tangki – tangki ballast.
Pompa Sanitary / Sanitair pump
Pompa air laut / tawar untuk mencukupi kebutuhan air tawar bagi air pendingin mesin – mesin, serta kebutuhan lainnya seperti dapur, kamar mandi, WC dsb.
Pompa Got / Bilge pump
Untuk menampung air kondesat / air got yang kemudian di buang keluar kapal.
Pompa Dinas Umum.
Pompa yang digunakan untuk menggantikan fungsi pompa air laut pendingin, pompa ballast atau pompa got.
Pompa Transfer bahan bakar.
Digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke tangki lainnya dan untuk persiapan bunker dan untuk pengaturan stabilitas kapal.
Separator
Ada 2 jenis yaitu, purifier untuk memisahkan air dengan minyak dan clearifier untuk memisahkan benda lainnya yang terbawa dalam minyak.
Ketel Bantu / DonkeyBoiler.
Digunakan untuk menghasilkan uap air untuk memanaskan bahan bakar sebelum masuk kedalam motor diesel. Uap tersebut dapat dipergunakan untuk memasak, pemanas air mandi dan pemanas untuk air condition.
Mesin Kemudi.
Untuk menggerakan daun kemudi ke kiri / kanan atau untuk mempertahankannya pada posisi yang diinginkan.
Mesin Jangkar.
Winch / Derek jangkar digunakan untuk menaikan / heave up jangkar sewaktu kapal akan berlayar.
Winch / Derek untuk alat B/M
Berfungsi untuk alat bongkar muat kapal sewaktu kapal sandar di dermaga.

Rabu, 22 Desember 2010

mesin induk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar